Lembaga Sertifikasi SNI 8799 yang Profesional, Independen, dan Terpercaya

PT Nusa Data Sertindo hadir sebagai lembaga sertifikasi yang berfokus pada layanan sertifikasi sesuai standar SNI 8799. Kami berkomitmen membantu perusahaan, pelaku usaha, dan organisasi dalam memenuhi persyaratan standar nasional secara profesional, transparan, dan terpercaya.

Dengan dukungan tim auditor dan tenaga ahli yang kompeten, kami memastikan proses sertifikasi berjalan efektif, objektif, serta memberikan nilai tambah bagi peningkatan kualitas dan kepercayaan pelanggan.

Visi

Menjadi lembaga sertifikasi terpercaya di Indonesia yang profesional, independen, dan berintegritas dalam memberikan layanan sertifikasi sesuai standar nasional.

Sertifikasi SNI 8799 adalah standar nasional Indonesia untuk pusat data (data center) yang mencakup desain, pengoperasian, dan audit, dengan tujuan meningkatkan keandalan, keselamatan, keamanan data, serta efisiensi energi. SNI ini, khususnya versi terbaru 8799:2023, menjadi acuan wajib/penting di sektor strategis untuk memastikan infrastruktur IT sesuai standar internasional.

Komponen SNI 8799 Series:Standar ini umumnya dibagi menjadi tiga bagian utama:SNI 8799-1:2023 (Spesifikasi Teknis): Fokus pada infrastruktur fisik, desain, konstruksi, kelistrikan, dan sistem pendingin.SNI 8799-2:2023 (Sistem Manajemen): Mencakup manajemen risiko, keamanan informasi, dan kelangsungan bisnis (business continuity).SNI 8799-3 (Panduan Audit): Fokus pada proses audit teknis pusat data.Manfaat Sertifikasi SNI 8799:Kepatuhan Hukum (Compliance): Membantu memenuhi kewajiban pelindungan data pribadi (UU PDP).Kualitas & Keamanan: Memastikan data center beroperasi dengan aman dari berbagai gangguan.Efisiensi: Mengoptimalkan penggunaan energi dan biaya operasional.Keunggulan Kompetitif: Meningkatkan kepercayaan klien terhadap keandalan pusat data.Lembaga Sertifikasi:Sertifikasi dapat diperoleh melalui Lembaga Sertifikasi terakreditasi seperti PT Sertidata Pro Indonesia, PT Nusa Data Sertindo, PT Certinusa Teknologi Informasi dan PT Agra Bumi Selaras, dengan panduan dari Badan Standardisasi Nasional (BSN).Prosesnya melibatkan audit menyeluruh terhadap infrastruktur fisik dan sistem manajemen pusat data.

SNI 8799 adalah Standar Nasional Indonesia yang mengatur persyaratan dan klasifikasi pusat data (data center) di Indonesia.Standar ini digunakan sebagai acuan untuk menilai apakah suatu data center telah memenuhi aspek: Infrastruktur fisik Kelistrikan Pendingin Keamanan Ketersediaan layanan (availability) Keandalan operasional Monitoring dan manajemen fasilitasSederhananya, SNI 8799 adalah standar kualitas dan keandalan data center di Indonesia.Tujuan SNI 8799Tujuan utama penerapan SNI 8799 adalah: Meningkatkan keandalan pusat data Menjamin kontinuitas layanan digital Mengurangi risiko downtime Memberikan standar nasional yang seragam Mendukung keamanan data dan infrastruktur TI nasionalStandar ini sangat relevan bagi: Penyedia data center Cloud provider Perbankan Pemerintah Telekomunikasi E-commerce Perusahaan dengan infrastruktur digital kritikalRuang Lingkup SNI 8799SNI 8799 biasanya mencakup beberapa aspek utama:1. Lokasi dan Bangunan Ketahanan bangunan Risiko banjir/gempa Aksesibilitas Sistem proteksi kebakaran2. Sistem Kelistrikan UPS Genset Distribusi daya Redundansi listrik3. Sistem Pendingin HVAC Precision cooling Pengendalian suhu dan kelembaban4. Sistem Telekomunikasi Jalur jaringan Redundansi koneksi Manajemen kabel5. Sistem Keamanan CCTV Access control Keamanan fisik Monitoring 24/76. Operasional dan Pemeliharaan SOP operasional Monitoring Dokumentasi Pemeliharaan berkalaHubungan SNI 8799 dengan Tier Data CenterSNI 8799 sering dibandingkan dengan sistem Tier dari Uptime Institute.Namun ada perbedaan:SNI 8799Tier Data CenterStandar nasional IndonesiaStandar internasionalMengacu kebutuhan nasionalFokus availability globalDigunakan untuk sertifikasi SNIDigunakan untuk sertifikasi TierDiakreditasi melalui KANDikeluarkan Uptime InstituteManfaat Sertifikasi SNI 8799Jika data center tersertifikasi SNI 8799, manfaatnya antara lain: Meningkatkan kepercayaan pelanggan Menjadi nilai tambah saat tender/proyek Menunjukkan kepatuhan terhadap standar nasional Memperkuat tata kelola infrastruktur TI Mengurangi risiko gangguan operasionalSiapa yang Membutuhkan?Umumnya dibutuhkan oleh: Operator data center Instansi pemerintah Perbankan Cloud provider ISP Perusahaan hosting Fintech Perusahaan digital berskala besarSertifikasi SNI 8799 di IndonesiaSertifikasi dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Produk/LPK yang memiliki ruang lingkup akreditasi untuk SNI 8799 dari Komite Akreditasi Nasional.Sebelumnya Anda juga menyebut bahwa PT Sertidata Pro Indonesia telah memiliki akreditasi KAN untuk ruang lingkup SNI 8799.KesimpulanSNI 8799 adalah standar nasional Indonesia untuk memastikan data center memiliki: keandalan, keamanan, redundansi, dan kualitas operasional yang baik.Standar ini menjadi semakin penting karena pertumbuhan: cloud computing, AI, digital banking, dan kebutuhan kedaulatan data di Indonesia.

Misi

1. Memberikan Layanan Sertifikasi Profesional

Menyelenggarakan proses sertifikasi secara kompeten, objektif, dan sesuai persyaratan standar yang berlaku.

2. Menjaga Independensi dan Ketidakberpihakan

Menerapkan prinsip independensi, integritas, dan ketidakberpihakan dalam seluruh kegiatan sertifikasi.

3. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Memberikan pelayanan yang responsif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

4. Mengembangkan Kompetensi Personel

Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia secara berkelanjutan untuk mendukung kualitas layanan sertifikasi.

5. Mendukung Peningkatan Mutu Nasional

Berperan aktif dalam mendukung penerapan standar nasional guna meningkatkan kualitas dan daya saing industri.

Layanan Kami

Layanan Sertifikasi SNI 8799

Kami menyediakan layanan sertifikasi dengan proses yang jelas, efisien, dan sesuai dengan persyaratan standar yang berlaku.

Ruang Lingkup Layanan

Sertifikasi SNI 8799

Pelaksanaan audit dan sertifikasi sesuai persyaratan SNI 8799 untuk memastikan kesesuaian proses, sistem, maupun layanan organisasi.

Audit Kesesuaian

Proses evaluasi independen untuk menilai pemenuhan terhadap persyaratan standar yang ditetapkan.

Surveilans Berkala

Pemantauan berkala untuk memastikan penerapan standar tetap berjalan secara konsisten.

Re-Sertifikasi

Proses evaluasi ulang sertifikasi untuk memastikan keberlanjutan kesesuaian terhadap standar.

Konsultasi Informasi Sertifikasi

Pemberian informasi terkait proses, persyaratan, dan tahapan sertifikasi.

Perbedaan Tier Data Center dan SNI 8799: Mana yang Lebih Penting?Dalam industri pusat data (data center), istilah “Tier Data Center” dan SNI 8799 sering muncul dalam proses audit, pembangunan, maupun sertifikasi fasilitas data center.Banyak perusahaan masih bingung:Apakah Tier sama dengan SNI 8799?Mana yang lebih baik?Apakah harus memiliki keduanya?Apa perbedaan utama antara standar internasional dan standar nasional ini?Artikel ini akan membahas secara lengkap perbedaan Tier Data Center dan SNI 8799 agar Anda dapat memahami fungsi masing-masing standar dalam pengelolaan pusat data modern.Apa Itu Tier Data Center?Tier Data Center adalah sistem klasifikasi internasional yang dikembangkan oleh Uptime Institute.Tier digunakan untuk mengukur tingkat:availability,redundansi,dan keandalan infrastruktur data center.Tier terbagi menjadi 4 level:TierKarakteristikTier IInfrastruktur dasarTier IIMemiliki komponen redundanTier IIIMaintainable tanpa downtimeTier IVFault tolerant / sangat andalSemakin tinggi Tier, semakin tinggi pula tingkat ketersediaan layanan (uptime).Apa Itu SNI 8799?SNI 8799 adalah standar nasional Indonesia yang mengatur persyaratan teknis dan operasional pusat data.Standar ini digunakan untuk menilai kesesuaian fasilitas data center terhadap aspek:bangunan,listrik,pendingin,keamanan,telekomunikasi,operasional,dan pemeliharaan.SNI 8799 menjadi acuan nasional untuk kualitas dan keandalan pusat data di Indonesia.Perbedaan Utama Tier Data Center dan SNI 87991. Asal StandarTier Data CenterSNI 8799Standar internasionalStandar nasional IndonesiaDikembangkan Uptime InstituteDikembangkan melalui sistem SNI Indonesia2. Fokus PenilaianTier Data CenterLebih fokus pada:availability,redundansi,fault tolerance,dan kontinuitas operasional.SNI 8799Lebih luas karena mencakup:infrastruktur,keamanan,operasional,dokumentasi,manajemen fasilitas,dan kesesuaian nasional.3. Pendekatan SertifikasiTierFokus pada desain dan kemampuan sistem tetap berjalan saat terjadi gangguan.SNI 8799Fokus pada kesesuaian menyeluruh terhadap standar nasional pusat data.4. Lingkup EvaluasiAspekTierSNI 8799Redundansi listrik✓✓Sistem pendingin✓✓Availability✓✓Dokumentasi operasionalTerbatas✓Keamanan fisikSebagian✓Kepatuhan nasional✗✓Tata kelola operasionalTerbatas✓5. Penggunaan di IndonesiaTier biasanya digunakan oleh:hyperscale data center,cloud provider global,perusahaan multinasional.Sedangkan SNI 8799 lebih relevan untuk:kebutuhan nasional,proyek pemerintah,kepatuhan regulasi,dan sertifikasi dalam negeri.Apakah Tier dan SNI 8799 Bisa Digunakan Bersamaan?Ya. Banyak data center menggunakan keduanya secara bersamaan.Contohnya:Tier digunakan untuk menunjukkan tingkat availability internasional.SNI 8799 digunakan untuk menunjukkan kepatuhan terhadap standar nasional Indonesia.Kombinasi ini justru dapat meningkatkan kredibilitas pusat data.Mana yang Lebih Penting?Jawabannya tergantung kebutuhan bisnis.Jika Fokus pada Standar InternasionalTier lebih sering dijadikan acuan global.Jika Fokus pada Kepatuhan Nasional IndonesiaSNI 8799 menjadi sangat penting.Jika Ingin Meningkatkan Kepercayaan PasarMenggunakan keduanya akan lebih kuat.Kelebihan Tier Data CenterStandar InternasionalDiakui secara global.Fokus AvailabilitySangat baik untuk sistem kritikal dengan kebutuhan uptime tinggi.Digunakan Hyperscale ProviderBanyak digunakan perusahaan cloud internasional.Kelebihan SNI 8799Mendukung Regulasi NasionalSangat relevan untuk kebutuhan Indonesia.Evaluasi Lebih MenyeluruhTidak hanya availability, tetapi juga operasional dan keamanan.Mendukung Kedaulatan DataSejalan dengan penguatan infrastruktur digital nasional.Tantangan ImplementasiTier Data CenterBiaya pembangunan tinggiMembutuhkan redundansi kompleksDesain infrastruktur lebih ketatSNI 8799Membutuhkan dokumentasi operasional lengkapAudit kesesuaian cukup detailKesiapan SDM dan SOP menjadi faktor pentingSiapa yang Membutuhkan Sertifikasi Ini?Tier Cocok Untuk:Cloud providerHyperscale data centerPerusahaan globalSistem mission criticalSNI 8799 Cocok Untuk:PemerintahPerbankanISPOperator data center nasionalPenyedia layanan digital IndonesiaProses SertifikasiTierDilakukan oleh Uptime Institute.SNI 8799Dilakukan oleh lembaga sertifikasi yang memiliki akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional.Tren Masa Depan Data Center di IndonesiaDengan meningkatnya:AI,cloud computing,digital banking,edge computing,dan kebutuhan penyimpanan data nasional,permintaan terhadap data center berkualitas diperkirakan akan terus meningkat.Karena itu:Tier tetap penting untuk standar global,sementara SNI 8799 akan semakin relevan untuk kebutuhan nasional Indonesia.KesimpulanPerbedaan utama Tier Data Center dan SNI 8799 terletak pada fokus dan ruang lingkupnya.Tier Data CenterBerfokus pada:availability,redundansi,dan keandalan internasional.SNI 8799Berfokus pada:kesesuaian nasional,operasional,keamanan,dan tata kelola pusat data.Keduanya bukan saling menggantikan, tetapi dapat saling melengkapi untuk meningkatkan kualitas dan kredibilitas data center.FAQApakah Tier sama dengan SNI 8799?Tidak. Tier adalah standar internasional, sedangkan SNI 8799 adalah standar nasional Indonesia.Apakah data center harus memiliki keduanya?Tidak wajib, tetapi memiliki keduanya dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan dan daya saing.Mana yang lebih bagus?Tergantung kebutuhan bisnis dan target pasar.Apakah SNI 8799 mengacu pada Tier?Beberapa konsep keandalan dan redundansi memiliki kesamaan, tetapi keduanya tetap merupakan standar berbeda.Siapa yang mengeluarkan sertifikasi Tier?Uptime Institute.

Cara Mendapatkan Sertifikasi Pusat Data (Data Center) di IndonesiaDi era transformasi digital, keberadaan pusat data (data center) yang andal menjadi kebutuhan utama bagi banyak perusahaan. Perbankan, cloud provider, pemerintah, fintech, hingga e-commerce membutuhkan infrastruktur digital yang aman, stabil, dan memiliki tingkat ketersediaan tinggi.Karena itu, banyak organisasi mulai mempertimbangkan sertifikasi pusat data untuk meningkatkan kredibilitas dan kualitas layanan mereka.Lalu bagaimana sebenarnya cara mendapatkan sertifikasi pusat data di Indonesia?Artikel ini akan membahas langkah-langkah lengkap proses sertifikasi data center, mulai dari persiapan hingga penerbitan sertifikat.Apa Itu Sertifikasi Pusat Data?Sertifikasi pusat data adalah proses penilaian untuk memastikan bahwa fasilitas data center memenuhi standar tertentu, baik standar nasional maupun internasional.Di Indonesia, salah satu standar yang digunakan adalah SNI 8799.Selain itu, terdapat pula standar internasional seperti:Tier Data Center dari Uptime Institute,ISO 27001,ISO 22301,dan standar lainnya yang berkaitan dengan keamanan serta kontinuitas operasional.Mengapa Sertifikasi Data Center Penting?Sertifikasi membantu perusahaan:meningkatkan kepercayaan pelanggan,mengurangi risiko downtime,memperkuat keamanan infrastruktur,memenuhi persyaratan tender,dan meningkatkan daya saing bisnis.Bagi perusahaan yang bergerak di bidang layanan digital, sertifikasi sering menjadi nilai tambah yang sangat penting.Jenis Sertifikasi Pusat Data1. Sertifikasi SNI 8799Standar nasional Indonesia yang mengatur:infrastruktur,kelistrikan,pendingin,keamanan,telekomunikasi,dan operasional pusat data.2. Tier CertificationMengukur tingkat availability dan redundansi data center.Tier terdiri dari:Tier ITier IITier IIITier IV3. ISO 27001Berfokus pada sistem manajemen keamanan informasi.4. ISO 22301Berfokus pada business continuity management.Langkah-Langkah Mendapatkan Sertifikasi Pusat Data1. Menentukan Standar yang Akan DigunakanLangkah pertama adalah menentukan standar yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.Contoh:Jika fokus pada kepatuhan nasional → SNI 8799Jika fokus availability internasional → TierJika fokus keamanan informasi → ISO 27001Banyak perusahaan juga menggabungkan beberapa sertifikasi sekaligus.2. Melakukan Gap AnalysisGap analysis dilakukan untuk mengetahui perbedaan antara kondisi data center saat ini dengan persyaratan standar.Biasanya mencakup:infrastruktur,sistem listrik,pendingin,keamanan,dokumentasi,dan SOP operasional.Tahap ini sangat penting karena membantu menentukan area yang perlu diperbaiki.3. Melakukan Perbaikan InfrastrukturJika ditemukan ketidaksesuaian, perusahaan perlu melakukan peningkatan fasilitas.Contohnya:menambah UPS,memperbaiki sistem grounding,meningkatkan redundansi jaringan,memasang sistem monitoring,atau memperbaiki sistem pendingin.4. Menyusun Dokumen dan SOPDokumentasi menjadi salah satu aspek penting dalam audit sertifikasi.Dokumen yang biasanya dibutuhkan:SOP operasional,SOP maintenance,prosedur emergency,layout data center,single line diagram,checklist inspeksi,dan catatan pemeliharaan.5. Melakukan Internal AuditSebelum audit resmi dilakukan, perusahaan biasanya melakukan audit internal terlebih dahulu.Tujuannya:memastikan kesiapan,menemukan potensi temuan,dan mengurangi risiko ketidaksesuaian saat audit sertifikasi.6. Mengajukan Sertifikasi ke Lembaga SertifikasiUntuk sertifikasi nasional seperti SNI 8799, perusahaan perlu mengajukan permohonan ke lembaga sertifikasi yang memiliki akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional.Lembaga sertifikasi akan melakukan:review dokumen,audit lapangan,evaluasi teknis,dan verifikasi kesesuaian.7. Pelaksanaan Audit LapanganAudit dilakukan langsung di lokasi data center.Auditor biasanya akan memeriksa:sistem kelistrikan,pendingin,keamanan,jaringan,monitoring,dan implementasi SOP.Selain itu, auditor juga dapat melakukan wawancara dengan personel operasional.8. Tindakan Perbaikan (Jika Ada Temuan)Jika terdapat ketidaksesuaian, perusahaan perlu melakukan corrective action.Setelah perbaikan selesai, auditor akan melakukan verifikasi ulang.9. Penerbitan SertifikatJika seluruh persyaratan telah terpenuhi, lembaga sertifikasi akan menerbitkan sertifikat.Sertifikat menunjukkan bahwa data center telah memenuhi standar tertentu sesuai hasil audit.Persyaratan Umum Sertifikasi Data CenterBerikut beberapa persyaratan yang biasanya diperiksa:Infrastruktur Fisikkondisi bangunan,proteksi kebakaran,akses kontrol,dan keamanan fisik.Sistem KelistrikanUPS,genset,redundansi daya,dan grounding.Sistem PendinginHVAC,precision cooling,dan monitoring suhu.Sistem KeamananCCTV,access control,alarm,dan monitoring.OperasionalSOP,maintenance,incident management,dan dokumentasi.Berapa Lama Proses Sertifikasi?Durasi tergantung:kompleksitas fasilitas,kesiapan infrastruktur,jumlah temuan,dan jenis sertifikasi.Secara umum:persiapan dapat memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan,sedangkan audit biasanya berlangsung beberapa hari.Tantangan Mendapatkan SertifikasiBeberapa tantangan yang sering ditemui:Infrastruktur belum memenuhi standarDokumentasi belum lengkapKurangnya redundansi sistemKesiapan SDM operasionalBiaya peningkatan fasilitasNamun tantangan ini biasanya sebanding dengan manfaat jangka panjang yang diperoleh.Tips Agar Lolos Sertifikasi Lebih CepatLakukan Assessment AwalSemakin awal mengetahui kekurangan, semakin mudah melakukan perbaikan.Lengkapi DokumentasiBanyak audit gagal bukan karena infrastruktur, tetapi karena dokumen tidak lengkap.Gunakan Tim yang BerpengalamanTim operasional yang memahami standar akan sangat membantu.Terapkan Monitoring yang BaikMonitoring real-time membantu menunjukkan kesiapan operasional.Lakukan Simulasi AuditSangat membantu mengurangi temuan saat audit resmi.Masa Depan Sertifikasi Data Center di IndonesiaDengan meningkatnya:AI,cloud computing,digital banking,edge computing,dan kebutuhan kedaulatan data,permintaan terhadap data center bersertifikasi diperkirakan akan terus meningkat.Perusahaan yang memiliki sertifikasi akan lebih siap menghadapi tuntutan industri digital modern.KesimpulanCara mendapatkan sertifikasi pusat data melibatkan beberapa tahapan penting:menentukan standar,melakukan gap analysis,meningkatkan infrastruktur,melengkapi dokumentasi,audit,hingga penerbitan sertifikat.Sertifikasi bukan hanya formalitas, tetapi juga investasi untuk meningkatkan:keandalan,keamanan,dan kredibilitas layanan digital perusahaan.FAQApa itu sertifikasi pusat data?Proses penilaian untuk memastikan data center memenuhi standar tertentu.Apa standar pusat data di Indonesia?Salah satunya adalah SNI 8799.Siapa yang melakukan sertifikasi?Lembaga sertifikasi yang memiliki akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional.Berapa lama proses sertifikasi?Tergantung kesiapan fasilitas dan kompleksitas audit.Apa manfaat sertifikasi data center?Meningkatkan kepercayaan pelanggan, kualitas operasional, dan daya saing bisnis.

Scroll to Top